Selasa, 24 Juli 2012

Substitusi Viscous Fan, Ganti Saja Kipas Elektrik



 Siapkan switch electric fan Daihatsu Classy dan rumah switch dari pipa kuningan (kanan)
Besutan era ’90-an yang masih mengandalkan kipas pendingin mesin model viscous fan seperti Toyota Crown, BMW seri 520i atau Nissan Cefiro pasti pernah mengalami kendala seputar pendinginan mesin.

Lantaran pelumas kopling di dalam viscous sudah mulai encer atau sistem kopling bermasalah, putaran kipas untuk meniupkan udara dingin ke arah mesin saat suhu meninggi menjadi tidak maksimal.

Bisa terbayang harga unit viscous yang mulai langka di pasaran. Selain mahal, sebenarnya viscous fan sangat membebani putaran mesin. Ada cara sederhana dengan mengubah putaran kipas tadi menggunakan electric fan layaknya besutan anyar.

Putaran mesin menjadi enteng dan harganya mirip-mirip dengan membeli viscous baru. “Gunakan kipas elektrik milik Suzuki APV atau SX4 yang memiliki bilah kipas banyak,” papar Kusuma Jaya dari Jaya Auto Street di bilangan Cipulir, Jaksel.

Gunakan relay sebagai trigger switch electric fan agar setrum bisa tetap stabil, Pilihan kipas elektrik bisa gunakan merek Suzuki yang berkualitas bagus dan terjangkau 

Hanya saja perlu sedikit ubahan pada pipa radiator bawah untuk memasang switch (sensor) electric fan. Nantinya switch ini akan mengaktifkan kipas elektrik bila suhu atau panas mesin mencapai derajat yang diinginkan.

“Bisa pakai switch milik Daihatsu Classy yang memiliki default temperature 88°C dan harganya terjangkau,” terang Jaya, panggilan akrabnya. Memasangkan switch ini perlu media pipa kuningan diantara slang radiator sebagai rumah atau dudukan switch.

Nantinya switch akan melalui relay kaki 4 untuk kemudian disambung langsung ke kipas elektrik. “Relay hanya dipakai untuk trigger switch agar setrum ke kipas bisa stabil di ampere besar,” papar pria jangkung ini.

Memasangkan kipas elektrik perlu kesabaran karena viscous fan harus dilepas terlebih dulu. Nantinya viscous tak lagi dipakai. Usahakan posisi electric fan berada di tengah fan shroud (tudung kipas) agar udara yang tersedot kipas bisa direct ke arah mesin.

Kelebihan lain kipas milik Suzuki APV seharga Rp 750 ribu ini adalah kecepatan berputar (rpm) hingga 2 stage. “Bila suhu mesin semakin tinggi, putaran kipas pada stage 1 akan berputar lebih kencang ke stage 2,” papar Jaya lagi. Biaya pemasangan kipas elektrik ini diperkirakan sekitar Rp 1,7 juta.

Pasang elektrik fan di mobil jadul

Pasang elektrik fan di mobil jadul


Setelah tragedi mengesalkan dalam perjalanan menuju makan-makan temen dalam rangka wisuda, yaitu mobilku overheat alias kepanasan sampe macet ditengah jalan. Untung berkat kesigapanku bisa langsung minggirin mobil ke tepi jalan. Sambil berlaga nongkrong di pinggir jalan tunggu mesin agak dingin. Saat itu indikator temperatur menunjukkan skala ¾.
Setelah dicek ternyata radiator coolant habis! Parahnya lagi oli mesin juga berkurang banyak sampe kira-kira ½ dari indikator di deep stick. Emang salahku juga, beberapa waktu sebelumnya males banget ngecek cairan radiator dan oli mesin!
Kejadian itu cukup membuatku trauma dan suka parno sendiri kalo ketemu jalanan macet dan panas terik. Apalagi kalo jarum temperatur udah mulai merangkak naik mendekati  ½. FYI, kalo di jalanan lancar jarum indikatorku bisa dibilang cukup rendah di bawah skala 1/8 tapi bisa tiba-tiba merangkak naik kalo jalanan macet sedikit aja. Buat muter-muter di parkiran Amplas Jogja aja biasanya indikator langsung naik signifikan disertai AC mulai panas dan RPM mesin gak stabil naik-turun. Kalo udah kayak gini, super deg-degan banget…!
Demi mencegah kejadian overheat terulang dan hati gak sering-sering was-was lagi langsung memutuskan buat pasang elektric fan.
Kenapa butuh elektric fan?
mobil bermesin membujur
Mobil-mobil jadul terutama yang punya konfigurasi mesin bersilinder membujur, biasanya punya kipas pendingin radiator yang langsung terhubung ke putaran mesin dan putaran kipasnya tergantung dari besarnya RPM. Saat RPM rendah, kipas bakal berputar lambat namun saat RPM tinggi kipas pastinya berputar kencang. Kipas sangat sanggup mendinginkan mesin kala mobil melaju dengan lancar yang tentunya RPM berada di kecepatan menengah ke atas.
Namun menjadi masalah ketika mobil berjalan di kecepatan sangat rendah atau bahkan berhenti total (macet) dalam waktu yang cukup lama, tentunya RPM akan cukup rendah dan kipas juga berputar sangat lambat. Putaran kipas biasanya tak cukup sanggup melayani panasnya suhu mesin yang disalurkan ke radiator pada kondisi ini. Atau ketika mesin harus bekerja keras di RPM tinggi sedangkan kecepatannya cukup rendah, misalnya pada tanjakan. Di saat-saat seperti ini si driver mesti siap-siap meminggirkan mobilnya karena overheat. Saat aku main ke Semarang, di tanjakkan Gombel menuju Tembalang terjadi kemacetan ringan karena kecelakaan lalin, kulihat ada beberapa mobil terkapar di pinggir jalan gara-gara overheat, Kijang Super, Jimny, dan beberapa mobil lain yang cukup berumur. Dan semuanya adalah mobil bermesin membujur yang kipasnya ngikut mesin.
mesin mobil melintang
Hal ini berbeda dengan mobil bermesin melintang, posisi kruk as menyamping terhadap mobil sehingga kipas radiator tak lagi “nyantol” ke kruk as mesin melainkan pakai electric fan (EF). EF bekerja pada suhu tertentu sesuai perintah thermoswitch, sehingga EF akan membuat suhu mesin lebih stabil pada suhu tertentu.
Belakangan ini, EF tak hanya dipakai pada mobil bermesin melintang yang kebanyakan diadopsi sedan
mesin melintang dengan EF Toyota Avanza
berpenggerak roda depan. Namun berbagai MPV ataupun SUV modern bermesin membujurpun ikut mengadopsi EF karena sudah terbukti keunggulannya dalam menjaga suhu ideal mesin bekerja yang rata-rata ada di 82-93 °C (untuk mesin Jimny/Katana). Contoh mobil keluaran muda yang pake EF adalah Avanza.
Keampuhan EF itu yang bikin pengen kucoba pasang EF di Katanaku buat memusnahkan penyakit overheat.
Apa aja yang dibutuhkan?
  1. Elektric Fan (bisa beli baru milik mobil yang dari oroknya udah pake EF, atau beli yang copotan, sesuaikan dengan ukuran radiator, jangan lupa sekalian shroud-nya atau kerudungnya).
    electric fan
  2. Thermoswitch (ini juga bisa comot mobil lain, biasanya di body thermoswitch ada angka 2 digit, ini menunjukkan set point kapan switch menutup loop/rangkaian).
    thermoswitch
  3. Dudukan thermoswitch (bisa bikin dari pipa lalu dipasang di selang, atau bikin lubang dudukan di tutup thermostat, kalo aku pilih opsi pertama).
  4. Relay 12V (cari yang berkualitas).
    relay
  5. Kabel.
  6. Karet lembaran (dipasang antara EF dan radiator agar tak menimbulkan getar).
  7. Dudukan/adaptor electric fan (sesuaikan antara lubang baut di EF dan lubang baut aslinya).
Aku sendiri dapetin kesemua komponen di atas di Tango Motor dalam bentuk paketan. Yang aku dapat, EFnya sendiri copotan dari Singapura dengan dual speed. Tapi karena aku bingung cara memanfaatkan dual speednya, kedua inputan (+) kusambung jadi 1. Jadi EF Cuma berputar pada full speed.
Atau kalau mau, salah 1 input (biasanya yang lebih lambat) dihubungkan ke AC mobil sedangkan input satunya dari thermswitch. Jadi kalo AC nyala, EF nyala pada helf speed, sedangkan saat suhu mesin mencapai set point, EF menjadi full speed. Dengan cara ini, sangat berguna saat macet, AC bakal tetep dingin, apalagi kalo AC juga udah dilengkapi Extra Fan.
Yuk pasang electric fan…!











copot fan asli mobil
Pertama, copot dulu fan asli beserta shroudnya. Cukup mengandalkan kunci pas. Setelah bau-bautnya copot dan kipas beserta shroudnya dipecat secara terhormat dari jabatannya, jangan lupa pasang kembali keempat baut kipas yang asli pada puli. Puli ini masih dibutuhkan untuk memutar pompa radiator.
sesuaikan lubang baut shroud EF dengan bawaan mobil
Langkah kedua mengepaskan dudukan EF di radiator. Menariknya, EF yang kudapatakan lubang-lubang bautnya benar-benar hampir sama dengan lubang baut shroud bawaan mobil. Hanya perlu menggerinda lubang baut di EF sedikit saja, untuk melebarkannya agar pas dengan lubang di radiator. Jadi EF dapat dipasang di mobilku tanpa perlu tambahan braket lagi, sehingga terlihat simple dan rapi seperti fan OEM. Tidak lupa di antara shroud EF dan radiator diselipkan karet untuk mencegah getar.
Selanjutnya mari memasang dudukan thermoswitch. Berikut dudukan thermoswitch yang dipasang di mobilku:
pipa custom dudukan thermoswitch
Caranya dengan memotong slang radiator yang manuju radiator, lalu menyelipkan pipa dudukan thermoswitch di antara slang tersebut. Sebelum thermoswitch dipasang, lebih baik jika terlebih dahulu dioleskan sealer tahan panas untuk menghindari bocor radiator coolant.
Hal keempat yang dilakukan adalah merangkai perkabelan. Berikut skema yang diperlukan:
skema kelistrikan electric fan
Di Katanaku, sistem dihubungkan ke ACC. Jadi fan baru dapat berputar ketika kunci kontak diputar ke posisi ACC. Kabelnya kudapat dari kabel yang menuju karburator, setelah kuteliti ternyata kabel itu nyambung ke ACC.
Tinggal dirangkai komponen-komponen seperti pada gambar. Inget, sekring jangan sampai lupa dipasang untuk pengaman!
Saatnya ngetest…
Test pertama, mobil dalam keadaan idle alias diam di tempat. Dari kondisi mesin benar-benar dingin dibutuhkan waktu kira-kira 10 menit untuk membuat thermoswitch aktif dan menyalakan EF. Dan EF pun hanya menyala selama 35 detik untuk kemudian mati kembali. Jarum indikator suhu yang terlihat ketika EF mulai menyala:
suhu mesin setelah instalasi electric fan
Lanjut tes jalan. Berkeliling kota Jogja di bawah teriknya matahari dengan hembusan AC di kabin, dan sengaja cari-cari yang lalu lintasnya padat cenderung macet. Didapat hasil yang sangat memuaskan, jarum indikator tak bergeming dari posisi seperti gambar di atas. Sekalipun jarum bergeser, itu cuma dikiiiiiitt bangeeet..! kalo dari segi tarikan mesin, ada sih perbedaan tapi dikit banget bikin mesin agak lebih ringan. Tapi sebenernya kalo suhu mesin terjaga di suhu idealnya, secara gak langsung performa mesin bakal terjaga dan tak mudah drop.
Tes lanjutan. Kali ini dibawa ngebut, cobain trek ringroad utara Jogja. Dengan kecepatan antara 60-80 k/h jarum masih diposisi yang sama.
Setelah EF dipasang, sempat juga melakukan perjalanan ke beberapa kota seputaran Jateng sampai sebagian Jatim. Dan kesimpulannya EF yang dipasang di mobilku ini benar-benar handal menjaga suhu mesin stabil di suhu kerjanya.
Buat yang mobilnya masih pakai kipas manual dan merasa trauma atau was-was dengan yang namanya overheat, monggo pasang nih EF!

Selasa, 17 Juli 2012

Membuat VGA External di Laptop




Kamu suka bermain game di laptop dan termasuk seorang maniak game juga ?? Nah, kali ini ada solusi untuk kamu para gamer yang suka main game di laptop. Salah satu kendala jika bermain game di laptop adalah VGA Card yang tidak mendukung atau pun kapasitas terbatas. Dan jika kamu salah seorang gamer dengan pengguna  laptop lama, tidak ada salahnya kamu coba untuk melakukan pembuatan vga external ini. Ok, langsung saja, kamu perhatikan langkah berikut ini.
1. Kamu membutuhkan sebuah adaptor express card, sebuah VGA Card ( NVIDIA atau ATI ) dengan kapasitas tergantung dengan kamu dan sebuah komponen pendukung yang penting yaitu PCIe Adapter.
Jika kamu belum kenal dengan PCIe Adapter, maka ini adalah perangkatnya. Kalau mau tau lebih lanjut, silahkan kamu klik saja link dibawah gambar.
PCIe PE4L (Passive Adapter v1.5 )

PCIe PE4H ( Passive Adapter v2.4)

PCIe PE4L ( PCI Adapter v2.1 )
2. Kamu hubungkan VGA Card, express card adapter dan kabel power supply ke slot PCIe. Kali ini akan dipakai PCIe dengan tipe PE4H ( gambar no 2 ). Lihat pada gambar berikut.
step 1
Satu set PE4H dengan Power supply slot

step 3 
3. Dan kamu jangan lupa untuk menghubungkan ujung kabel power supply dari PCIe tadi ke power supply kamu. Setelah itu kamu hubungkan port VGA pada VGA Card ke LCD atau monitor PC kamu. Sebelumnya kamu lakukan cek VGA Card dengan menghidupkan power supply dan kamu hidupkan saklar kecil pada slot power supply. Lihat pada gambar dibawah ini.
step 6
4. Langkah selanjutnya adalah menghubungkan Express Card Adapter ke slot express card yang berada di laptop kamu. Lihat pada gambar.
step 7
5. Selanjutnya, kamu atur tampilan di LCD atau monitor yang sudah terhubung dengan VGA tadi. Lihat pada gambar dibawah ini. Dan kamu pun sudah dapat memainkan game berat dilaptop kamu dengan VGA external ini.
step 8
Jika kamu ingin melihat performa grafis, kamu langsung klik kanan pada computer dan pilih properties. Maka akan muncul system rate untuk performa grafis yang kamu miliki.
OK, Selamat mencoba

Selasa, 15 Mei 2012

[TIPS] BUAT YG CARI DRIVER WEB CAMERA… TAPI TIDAK ADA WEBSITE-NYA / TIDAK COCOK-COCOK !!!

SEBELUM MENANYAKAN “USB ID” dan “DRIVER WEBCAM”, GUNAKAN FITUR “FIND (CTRL + F)” DI “BROWSER” UNTUK MENCARI “KEYWORD USB ID WEBCAM” KEMUDIAN LIHAT LINK-LINK DRIVER DIBAWAHNYA. ^_^
CONTOH:
~~~~~~~~~~~
USB\VID_17A1&PID_0128
idVendor: 0×17A1
idProduct: 0×0128

“KEYWORD” YANG DICARI = 17A1 atau 0128 atau USB\VID_17A1&PID_0128
CONTOHNYA SEPERTI INI: CONTOH-1 | CONTOH-2
__________________________________________________________________
CARA MANUAL MELALUI “DEVICE MANAGER” (WINDOWS)
__________________________________________________________________
Masukkan kabel USB Web Camera-nya ke port USB, bila Windows menanyakan driver, klik “Cancel”. Biarkan menjadi tanda tanya (?) kuning di Device Manager. Kemudian ikuti langkah-langkah di bawah ini:
1. Buka DEVICE MANAGER.
- Klik Start Menu, klik RUN (Shortcut pada keyboard: Windows Key + R), kemudian ketik devmgmt.msc & klik “OK”.

- Atau klik kanan pada icon My Computer di Desktop atau Start Menu seperti ini:


2. Lihat tanda (?) kuning di Device Manager & Klik dua kali untuk melihat Hardware ID’s yang akan dicari.
Contoh di Windows XP:

Contoh di Windows 7:


Apabila kurang jelas, silahkan baca tutorial di bawah ini:
- CARA MANUAL MENGENALI HARDWARE ID (PDF) = DOWNLOAD or MIRROR-1 or MIRROR-2
KETERANGAN YANG DIBUTUHKAN.
Contoh: USB ID Webcam
USB\VID_046D&PID_0870
VID_046D = idVendor: 0x046D = Logitech
PID_0870 = idProduct: 0×0870 = QuickCam Express (new ASIC)
__________________________________________________________________
CARA MANUAL DENGAN MENGGUNAKAN BANTUAN “SOFTWARE”
__________________________________________________________________
1. Unduh terlebih dahulu aplikasi “USBView” & file “usbdevs.txt”.
“USBView”: http://www.usbman.com/WebDrivers/USBview/USBVIEW.EXE
“usbdevs.txt”: Unduh file “siv.zip” dari laman ini: http://rh-software.com
Kemudian extract file tersebut.
Atau menggunakan aplikasi USBDeview. Ikuti pengaturan aplikasinya seperti ini:

Klik dua kali untuk melihat USB ID, lihat pada bagian “Instance ID”.
2. Masukkan kabel USB Web Camera-nya ke port USB. Kemudian bila Windows menanyakan driver, klik “Cancel”.
3. Kemudian buka aplikasi “USBView” dan lihat bagian port USB yang terhubung dengan webcam.

Contoh USB ID yang terhubung dengan port USB:


atau:
- Cabut dulu webcam yang masuk ke port USB.
- Buka program USBView-nya.
- Ingat-ingat bagian mana yang telah terhubung dengan port USB & jumlahnya ada berapa?
- Kemudian masukkan kabel USB Webcam ke port USB.
- Klik File->Refresh (atau tekan F5 pada keyboard).
- Lihat port USB yang terhubung jumlahnya menjadi berapa dan berada di mana?
4. Selanjutnya buka file “usbdevs.txt” dari file “siv.zip” yang tadi telah di extract, tekan tombol “CTRL” kemudian huruf “F” pada keyboard untuk mencari keterangan USB ID seperti contoh di atas.


5. Link-link di bawah dapat membantu juga untuk melihat spesifikasi Web Camera:
http://www.linux-usb.org/usb.ids
http://mxhaard.free.fr/spca5xx.html

Sabtu, 03 Desember 2011

Mengatasi Canon MP145 Error E5

Canon MP145 mengalami error E5, wah bisa bahaya nih.....

Sebelum ulas triks untuk atasi Canon MP145 Error E5, ada baiknya ikuti sejarahnya dulu:

Pertama
Setelah printer dipakai, lama-kelamaan akan muncul Ink indicator yang menyatakan bahwa "ink level low.


Kedua
Akhirnya muncul peringatan bahwa tinta habis. Kita diberi pilihan untuk tekan tombol "stop/reset" minimal 5 detik bila mau melanjutkan ngeprint. Dan bila kita ikuti, berarti ink level indicator menjadi disabled.


Dari pengalamanku punya canon mp145, sudah ganti catridge baru sampai 3 kali gara-gara Error E5. Dan ini terjadi tidak sampai rentang 2 bulan. Artinya dalam 2 bulan harus keluar uang untuk beli catridge baru 3 buah ......(bisa thekor nih!!)
Sudah kucoba beberapa triks yang ditawarkan dari hasil browsing lewat bantuan Mbah Google, namun semua gagal total. Sehingga akupun pada satu kesimpulan, Error E5 pada canon MP145 solusinya hanya satu yaitu ganti catridge baru.

Dari kejadian tadi, kucoba analisa dengan teori "otak atik gathuk", begini hasilnya:
1) Ketika ada warning yang menyatakan tinta habis, lalu kita tekan tombol "stop/reset" selama 5 detik sehingga ink level indicator jadi disabled.
2) Ketika ink level disabled, pada saat inilah catridge menyalakan timer bom waktu untuk meledakkan "Error E5".
3) Akhirnya tinggal tunggu waktu dalam hitungan jam, dan meledakklah bom "Error E5". Lama waktu ini biasanya kalo catridge bawaan pinter dari pabrik lebih lama. Tapi kalo bukan bawaan pabrik, sekarang ok ok saja bisa jadi ketika besok printer mau dipakai sudah E5 yang keluar.

Jadi solusinya adalah ink level indicator jangan sampai disabled. Jadi saat ink level sudah low, printer kita reset sehingga ink level jadi full lagi seperti baru.


Prosedur reset ink level indicator low, yaitu:
1) Printer pada posisi on,tekan dan tahan tombol "on/off" (10) lalu lepas plug power kemudian pasang kembali plug power (tombol "on/off" tetap ditahan)
2) Posisi "on/off" (10) tetap ditahan, tekan "stop/reset" (9) 2 kali --> lepas "on/off" --> tekan "stop/reset" 1 kali
3) Tunggu beberapa saat, sampai "display" (6) layar menunjukkan angka 0. Lalu tekan tombol "+" (14) sehingga display menjadi angka 1
4) Tekan tombol "start" (8) lalu tekan "on/off"
5) Tunggu hingga printer mencetak satu halaman kosong, dan satu halaman seperti gambar berikut:

6) Buka cover printer, lalu lepas plug power kemudian pasang kembali plug power.
7) Tekan "on/off". Setelah printer nyala lalu tutup lagi cover.
8) Selesai sudah prosesnya. dan coba cek ink level. Ink level sudah penuh berarti sudah berhasil dehh.

Dengan cara di atas, problem ku dengan error E5 pun sudah dapat teratasi.
Silahkan dicoba, semoga membawa manfaat.

Rabu, 22 Juni 2011

Backup Driver di Windows Menggunakan DriverMax

Backup Driver di Windows Menggunakan DriverMax ImageMasalah pada driver merupakan masalah yang tidak akan pernah berakhir pada operating system windows, baik itu windows lama seperti windows 95 atau widows yang terbaru seperti windows 7. Seringkali sebuah desktop PC atau notebook tidak memiliki cadangan driver baik itu pada CD/DVD atau pada hard disk pada perangkat tersebut.
Ada kalanya, anda ingin menginstall ulang sebuah perangkat komputer atau notebook tapi tidak memiliki driver dari komputer tersebut. Jika masalah itu yang muncul, anda bisa melakukan backup driver terlebih dahulu saat system masih berjalan yang kemudian digunakan untuk meng-install driver setelah melakukan install operating system windows.
Nama software yang diguanakan adalah DriverMax, sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk mem-backup driver pada windows. Software DriverMax ini juga  dapat digunakan sebagai tool untuk mengambil driver dari operating system yang sedang berjalan dan kemudian meng-install-nya pada komputer lain yang memiliki hardware yang sama.
Sederhananya, DriverMax dapat mengambil master/source driver dari operating system windows yang sudah berjalan!
(Meskipun tidak selalu berhasil) DriverMax dapat digunakan untuk meng-ekspor driver dari versi windows yang berbeda. Misalnya, mengambil driver pada windows XP dan digunakan pada windows 7 atau sebaliknya. Dan jangan lupa, aplikasi ini dapat berjalan pada hampir semua versi windows baik itu windows 32 bit atau windows 64 bit.
Okey, sekarang waktunya praktek backup driver menggunakan DriverMax!
Pertama, download DriverMax dari official website-nya dan lanjutkan dengan meng-install driver di operating system windows yang anda pakai.
Backup Driver di Windows Menggunakan DriverMax Image
Jika perangkat komputer yang anda pakai terkoneksi ke internet, DriverMax akan melakukan sedikit “scanning” official website-nya dan akan memakan waktu selama tidak lebih dari 5 menit. Jangan khawatir dengan proses ini karena program ini bukan spyware atau malware yang menginfeksi komputer yang anda pakai.
Backup Driver di Windows Menggunakan DriverMax Image
Jalankan software DriverMax yang telah anda install.
Backup Driver di Windows Menggunakan DriverMax Image
Pilih driver yang akan di backup. Klik Select All jika ingin melakukan backup pada semua driver dan lanjutkan dengan menekan tombol Next.
Backup Driver di Windows Menggunakan DriverMax Image
Pilih dimana file backup driver akan disimpan. Anda juga dapat memilih untuk menyimpan file driver dalam bentuk ZIP jika mau. Lanjutkan dengan menekan tombol Next.
Backup Driver di Windows Menggunakan DriverMax Image
Proses backup oleh DriverMax akan memakan beberapa waktu untuk meng-copy driver dari hardware pada desktop PC atau notebook anda.
Backup Driver di Windows Menggunakan DriverMax Image
Jika semua selesai, klik tombol Close dan lihat, driver telah ter-backup pada folder tempat anda menyimpan driver.
Backup Driver di Windows Menggunakan DriverMax Image
Sekarang, desktop PC atau notebook anda siap di-install ulang tanpa perlu khawatir perangkat hardware tidak dapat bekerja karena tidak ada driver. File driver tadi juga dapat digunakan pada komputer yang lain jika memiliki hardware yang sama.
Silahkan mencoba dan semoga berhasil! Backup Driver di Windows Menggunakan DriverMax Image

Cara Membuat CD Repair Windows 7

Cara Membuat CD Repair Windows 7 ImageSetiap Microsoft mengeluarkan operating system baru (termasuk Windows 7), mereka mengklaim kalau sistem operasi tersebut lebih stabil dari pendahulunya. Meskipun demikian, anda tidak akan pernah tahu suatu saat system yang stabil tersebut akan mengalami masalah. Alangkah lebih baik jika anda melakukan antisipasi guna meminimalisir akibat yang ditimbulkan oleh Windows 7 saat mengalami masalah.
Salah satu solusi persiapan yang dapat anda lakukan untuk mengantisipasi kerusakan tersebut adalah dengan cara membuat sebuah CD repair Windows 7 yang dapat digunakan untuk booting saat operating system  mengalami masalah. Windows 7 punya sebuah fitur yang dapat digunakan untuk membuat sebuah CD repair dengan langkah yang mudah.
Langkah kerjanya adalah sebagai berikut :
  • Klik Start, kemudian ketik system repair disc klik Create a System Repair Disc.
    Cara Membuat CD Repair Windows 7 Image
  • Akan keluar window Create a System Repair Disc. Pilih media disc yang akan dipakai.
    Cara Membuat CD Repair Windows 7 Image
  • Masukkan sebuah kepingan CD kosong ke dalam DVD/CD RW dan lanjutkan dengan klik tombol Create disc.
  • Setelah selesai, keluarkan kepingan CD yang telah anda buat dari DVD/CD RW
Sekarang anda punya kepingan CD yang dapat digunakan sebagai repair dis Windows 7 di komputer atau notebook anda.
Lalu, bagaimana menggunakan repair disc yang telah dibuat?
  • Booting komputer atau notebook anda menggunakan kepingan CD yang telah anda buat. Pilih Windows Setup [EMS Enabled] untuk masuk ke dalam menu system repair.
    Cara Membuat CD Repair Windows 7 Image
  • Setelah proses booting selesai, anda bisa mengakses tool System Recovery Options dan mengembalikan Image System file yang telah anda buat sebelumnya. (Baca artikel kami sebelumnya tentang Bagaimana Cara Membuat System Image di Windows 7).
    Cara Membuat CD Repair Windows 7 Image
  • Sekarang anda dapat memilih jenis recovery yang akan dijalankan untuk memulihkan sistem operasi Windows 7 pada notebook atau PC sesuai dengan kondisi kerusakan system yang anda hadapi. Jika ingin menggunakan image system yang telah dibuat, klik System Image Recovery dan ikuti langkah-langkah beriutnya ssuai dengan petunjuk yang disediakan.
    Cara Membuat CD Repair Windows 7 Image
Meskipun tidak pernah diingnkan, anda tidak akan pernah tahu kapan sistem operasi windows 7 mengalami masalah. Sebuah langkah yang bijak jika mau meluangkan waktu untuk membuat sebuah CD repair yang akan bermanfaat saat notebook ata PC anda bermasalah.