Di dalam komunikasi data antarmuka atau yang biasa disebut komunikasi serial memerlukan beberapa piranti seperti DTE = Data Terminal Equipment, yaitu komputer itu sendiri dan DCE = Data Communication Equipment, antar muka dari DTE misalnya modem dan sistem transmisinya.
Kalau menurut Wikipedia. Peralatan terminal data (DTE) adalah instrumen akhir yang mengubah informasi pengguna ke reconverts sinyal atau sinyal yang diterima. Ini juga dapat disebut ekor sirkuit. Sebuah perangkat DTE berkomunikasi dengan data circuit-terminating equipment (DCE). DTE / DCE klasifikasi diperkenalkan oleh IBM.
Dua jenis perangkat diasumsikan pada masing-masing ujung kabel yang saling berhubungan untuk kasus hanya menambahkan DTE ke topologi (misalnya ke sebuah hub, DCE), yang juga membawa kasus sepele yang kurang interkoneksi perangkat dari jenis yang sama: DTE -DTE atau DCE-DCE. Kasus-kasus seperti itu perlu kabel crossover, seperti untuk Ethernet atau modem null untuk RS-232.
Sebuah DTE adalah unit fungsional dari stasiun data yang berfungsi sebagai sumber data atau data yang tenggelam dan menyediakan untuk komunikasi data fungsi kontrol harus dilakukan sesuai dengan protokol link.
Peralatan terminal data mungkin satu peralatan atau subsistem yang saling terkait dari berbagai potongan-potongan peralatan yang melakukan semua fungsi yang diperlukan yang diperlukan untuk mengizinkan pengguna untuk berkomunikasi. Seorang pengguna berinteraksi dengan DTE (misalnya melalui antarmuka mesin-manusia), atau mungkin DTE pengguna.
Sebagai aturan umum, bahwa perangkat DCE menyediakan sinyal clock (internal clocking) dan mensinkronisasi perangkat DTE pada jam yang disediakan (clocking eksternal). D-sub konektor mengikuti peraturan lain untuk pin penugasan.
* DTE 25 pin perangkat transmisi pada pin 2 dan terima pada pin 3.
* 25 pin DCE perangkat transmisi pada pin 3 dan terima pada pin 2.
* 9 pin DTE perangkat transmisi pada pin 3 dan terima pada pin 2.
* 9 pin DCE perangkat transmisi pada pin 2 dan terima pada pin 3.
Istilah ini juga umumnya digunakan dalam Telco dan Cisco peralatan konteks untuk menunjukkan suatu perangkat [klarifikasi diperlukan] tidak dapat menghasilkan sinyal clock, maka PC ke PC Ethernet koneksi juga dapat disebut DTE DTE ke komunikasi. Komunikasi ini dilakukan melalui sebuah kabel "crossover Ethernet sebagai lawan dari PC ke DCE (hub, switch, atau jembatan) komunikasi yang dilakukan melalui kabel Ethernet lurus.
Laju Kecepatan DTE/DCE
Laju kecepatan pengiriman data yang sering dibicarakan adalah Iaju kecepatan
DTE ke DCE (antara PC dan modem atau disebut juga sebagai Iaju kecepatan
terminal (terminal speed)) dan Iaju kecepatan DCE ke DCE (antar modem yang
berkomunikasi atau disebut juga sebagai Iaju kecepatan jalur (line speed)).
Jika Anda menggunakan modem 28,8K atau 36,6K, maka artinya kecepatan ini
mengacu pada Iaju kecepatan DCE ke DCE. Jika digunakan UART 16550a, maka
Iaju kecepatan maksimumnya adalah 115.200 bps, sedangkan kebanyakan
perangkat lunak yang digunakan saat ini digunakan untuk mengatur Iaju
kecepatan DTE kc DCE.
Interupsiin itu banyak modem saat ini beredar di pasaran dilengkapi dengan
fasilitas kompresi-dekompresi (pemampatan-penguraian) data. Biasanya rasionya
sekitar 1:4 (untuk berkas teks), dengan demikian jika dilakukan transfer data
dengan Iaju 28,8K (DCE ke DCE), dengan modem yang berfasilitas kompresi
data, maka artinya Anda sebenarnya mengirimkan data tersebut dengan Iaju
115,2Kbps (DTE ke DCE). Hal ini yang menyebabkan Iaju DTE ke DCE bisa
lebih besar dari DCE ke DCE. Namun ada juga modem yang bisa melakukan
kompresi hingga rasionya mencapai 1:8, sehingga kecepatan Iaju DTE ke DCE bisa
mencapai 168.800 bps (modem <--> UART). Jika digunakan 16550a, yang
kecepatannya maksimum hanya 115.200 bps, akan sia-saia saja, sehingga sebaiknya
digunakan UART 16550c yang kecepatan pengiriman datanya bisa mencapai
230.400 bps. Angka-angka yang disebutkan adalah angka-angka maksimum,
kenyataannya bisa lebih rendah/kecil.
Kontrol Aliran (Flow Control)
Jika Iaju kecepatan DTE ke DCE lebih cepat dibandingkan dengan DCE ke
DCE, lambat-laun akan menyebabkan kehilangan data atau isitilahnya terjadi
buffer overflow, dengan demikian dibutuhkan kontrol aliran baik secara
perangkat lunak maupun perangkat keras.
Kontrol aliran melalui perangkat lunak yang biasa digunakan adalah
Xon/Xoff, yaitu dengan cara mengirimkan karakter Xon (ascii 17) dan Xoff (ascii
19) yang masing-masing membutuhkan panjang data terkirim total 10 bit,
sehingga akibatnya akan memperlambat laju kecepatan, namun dari sisi
perangkat keras tidak menambah jumlah kabel serial. Karakter Xon digunakan
sebagai tanda bahwa modem siap untuk menerima data berikutnya, sedangkan
karakter Xoff digunakan sebagai sinyal untuk menghentikan pengiriman data dari
komputer.
Sedangkan kontrol aliran melalui perangkat keras menggunakan sinyal RTS
(Request To Send) dan CTS (Clear To Send), sehingga dalam hal ini perlu ditambahkan
dua kabel lagi namun dari sisi perangkat lunak tidak dibutuhkan tambahan bit,
sehingga tidak akan menurunkan laju kecepatan. Pada saat komputer ingin
mengirimkan data maka akan diaktifkan sinyal RTS, jika modem masih memiliki
ruang penyimpan sementara (buffer), maka modem akan mengirimkan jawaban
berupa sinyal CTS.
Contoh kerjanya dari DTE dan DCE. Misalnya nii ...
Katakanlah kita memiliki komputer yang ingin berkomunikasi dengan internet melalui modem dan dial-up connection. Untuk mendapatkan ke Internet Anda kirim modem Anda untuk menghubungi nomor selular Anda. Setelah modem Anda telah memutar nomor, modem dari penyedia akan menjawab panggilan Anda dan Anda akan mendengar banyak suara. Maka itu menjadi tenang dan Anda melihat prompt login Anda atau program panggilan Anda memberitahu Anda sambungan dibuat. Sekarang Anda memiliki sambungan dengan server dari penyedia Anda dan Anda dapat berkeliling Internet.
Di dalam contoh ini adalah PC Anda Terminal Data (DTE). Kedua modem (Anda dan bahwa salah satu selular Anda) adalah DCEs, mereka membuat komunikasi antara Anda dan penyedia mungkin. Tapi sekarang kita harus melihat pada server penyedia Anda. Adalah bahwa DTE atau DCE? Jawabannya adalah DTE. Ini mengakhiri garis komunikasi antara anda dan server. Walaupun memberikan anda kemungkinan untuk berselancar di sekitar glode. Alasan mengapa itu adalah DTE adalah bahwa ketika Anda ingin pergi dari server memberikan Anda ke tempat lain menggunakan antarmuka lain. Jadi DTE dan DCE adalah antarmuka dependend. Hal ini misalnya kemungkinan untuk koneksi ke server, server adalah sebuah DTE, tapi server yang sama adalah DCE untuk peralatan yang terpasang pada sisa Net.
Yay, kurang lebihnya githu tentang DTE dan DCE. Moga-moga bermanfaat buat teman-teman semua. Kalau ada pnegtahuan lagi, jangan sungkan-sungkan sharing. Uekkeh ... thx oLL ..












1. Sebuah ISP
2. Sebuah modem ADSL
3. Sebuah Router Wifi 4 port LAN(WR740N).
Kemudian membeli lagi sebuah Router Wifi 4 port LAN(WR740N) dengan maksud memperluas jangkauannya.
Intinya saya ingin menserikan 1 buah modem ADSL + Router WiFI 4 LAN Port ke 1 + Roter WiFI 4 LAN Port ke 2
Settingan apa saja yang perlu saya masukkan?
Perlukah merubah kembali parameter ADSL dan Router WiFi ke 1. Ataukah tinggal setting router Wifi ke 2
Gedung A lantai 1 : ada 5 router.
Gedung A lantai 2 : ada 10 router. dst sampai Gedung E.
DHCP di enable biar user tidak memasukkan IP address.
koneksinya bukan pakai bridge, caranya gimana mas?trims
Untuk itu anda perlu Hub,
contohnya dari gedung 1 dari komputer server hubungkan ke Hub 8 port dimana 1 port untuk input dari server, 5 port untuk 5 router lantai 1, kemudian port ke 8 hubungkan ke lantai 2, di lantai 2 anda gunakan hub 12 port, dimana port 8 dari lantai 1 anda hubungkan ke port 1 hub lantai 2 lalu 10 port lagi anda hubungkan ke 10 router, kemudian dari port terakhir dari lantai 2 anda hubungkan ke lantai E
mohon jawabannya,..
saya ingin bertanya, apakah dengan menghubungkan antar dua router sharing jaringan internet masih bisa dilakukan??
dan jika salah satu router terkoneksi dengan internet, apakah router yang satunya lagi bisa mensharing jaringan internet tersebut menggunakan switch.?
terimakasih sebelumnya
Misalnya di port mikrotik rb750 pada port3 sudah saya setting IP Addressnya 192.168.3.1,
Bagaimana setting IP Address pada router adsl wireless yang akan saya jadikan access point?
Terima kasih
Salam kenal
Kalau ada di router teresbut fasilitas Bridge, maka lakukan bridge, maka Router tersebut akan mendapatkan IP tersendiri, dan IP tersebut menjadi gatway untuk hostpot
saya menggunakan 2 PC dan 2 modem ADSL TP-Link TD8840. mohon bantuan nya.
yang satu dari tp-link TD-W8151N dan yang satu lagi TP-Link 3G/3.75G wireless n router dengan model TL-MR3420.
gimana tuh masa cara mau menggabungin ke 2 modem router tersebut?
apa ada cara lain untuk menghubungkan ke 3 wifi tersebut?
thanks
saat ini sudah terpasang 1 wireless router merk linksys, dan mau nambah 1 lagi wireless router dgn jarak sekitar 150 meter dari modem,
apakah bisa saya menggunakan hub terlebih dahulu di bagian tengah kemudian terakhir saya menggunakan wireless router, tolong pencerahannya gimana cara settingnya?? terima kasih..
tapi kalau anda diberikan IP static, maka IP dari TP link tersebut anda set di Gatway router tersebut, dan anda dapat menggunakan IP dari Router tersebut sebagai gatway komputer anda
nah yg mau saya tanyakan,, klo di kamar saya,, kabel yg itu td saya pasangi wireless router bs g? jd koneksinya modem –> switch –> wireless router –> laptop gt bs g ya?? trs setingnya gmn?
makasih sblmnya
systemnya simpel saja, Modem -> wifi router -> laptop
cara settingnya, anda harus mensetting melalui komputer dengan menggunakan kabel cross, lalu panggil IP default router serta gunakan username dan pasword yang disertakan pada buku manual dari router tersebut,
setelah masuk ke menu router, anda setting IP dari internet anda ke bagian gatway dari router tersebut, dan setting router anda ke DHCP setelah itu simpan hasil settingannya, maka laptop sudah dapat berinternet dari router tersebut
setelah masuk ke settingan router, anda tinggal masukkan IP dari interent ke gatway router, anda, dan setting IP apakah menggunakan IP static atau gatway, nanti IP dari router menjadi IP gatway komputer klient
*salam sukses dan terimakasih*
dan wireless router 1 mempunyai internet dan akan disharingkan internet tersebut dengan wireless router 2.
agar router 1 yang mempunyai internet dapat di sharing untuk memperluas signal interent, tidak menggunakan router lagi, karena bila menggunakan router lagi, maka harus dihubungkan dengan kabel ke port Wan, jadi anda memerlukan peralatan internet wifi amplifier, jadi bukan router, seperti di link ini http://www.myamplifiers.com/articles/wp-content/uploads/2011/08/aaa.jpg
1. Sebuah ISP
2. Sebuah modem router ADSL
3. Sebuah wireless N router (Dlink)
mo tanya koneksi internet dari modem router adsl, kemudian ke wireless N router, sambungan internet bisa, cuma pas sharing file dan printer kok gak bisa ya? saya cek ternyata di modem menggunakan ip 192.168.1.1 sedangkan di wireless 192.168.0.1, kalo yang wireless di set ipnya 192.168.1.2, gak mau..
gimana solusinya?
thanks infonya
W210
saya kan punya acces poinn merk tenda, cisco linkys, dan terakhir tp link MR3420.
saya ingin menyambung jaringan dari modem adsl > acces point Tenda > acces point Cisco > Acces point TP link,
tapi yg mau koek cuma sampai acces point tenda saja, jika acces point cisco saya setting autoconfiguration DHCP maka bisa konek namun hanya sebentar kemudian acces point Tenda Cisco dn Tp linknya tdk bisa konek semua, gimana itu solusinya mas?? tolong sekali jawabannya.
note: IP default
Tenda 192.168.0.1
Cisco 192.168.1.3
Tp link 192.168.1.5
trima kasih
Router pertama
192.168.1.1
DHCP menggunakan range IP 192.168.1.3 s/d 192.168.1.254
Chanel wireless contohnya dibuat 11 11
Router kedua
192.168.1.2
DHCP di disabled
Inisial security wireless di setting sama seperti router pertama
dan pengaturan chanel wireless. Coba channel 6 jika chanel router pertama adalah 11.
Pasang router pada LAN port, bukan di WAN port.